Rabu, 01 November 2006

Benahi Akhlak, Kabareskrim pun Ikut Dirikan Pesantren

Surabaya, Ikhwan Muslim Indonesia. Kepala Badan Reserse dan Kriminalitas (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol Sutarman ikut serta dalam pembangunan Pondok Pesantren Baitunnaim yang terletak di Jl Kedung Pengkol V/1-5 Kota Surabaya. Pesantren ini akan berperan aktif dalam membenai akhlak, yakni dengan menampung para korban narkoba untuk direhabilitasi.

Peletekan batu pertama diadakan pada Ahad (22/4) kemarin, yang juga dihadiri oleh Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Walikota Surabaya Tri Risma Harini, dan para kiai di Jawa Timur, serta sejumlah pejabat pemerintahan lainnya.

Benahi Akhlak, Kabareskrim pun Ikut Dirikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Benahi Akhlak, Kabareskrim pun Ikut Dirikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Benahi Akhlak, Kabareskrim pun Ikut Dirikan Pesantren

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman saat memberikan sambutan mengatakan, pendidikan agama di pesantren merupakan prasyarat agar bisa bersaing secara imbang dengan bangsa lain.

"Kecerdasan saja tidak cukup, tapi juga perlu akhlakul karimah (budi pekerti yang baik)," katanya.

Ikhwan Muslim Indonesia

Tentunya, lanjut dia, lulusan pesantren ini nantinya bisa menciptakan masyarakat yang handal. "Kalau akhlaknya baik maka tidak akan ada lagi korupsi bahkan konsumsi narkoba," katanya.

Ikhwan Muslim Indonesia

Sebab, ujar ajudan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) semasa menjadi Presiden RI ini, dengan pembenahan moral di pesantren maka negara akan kuat.

Pengasuh Pesantren Baitunnaim KH Moch. Naim Ridwan, atau Gus Naim, selain untuk rehabilitasi, pesantrennya juga akan melakukan pembenahan mental para santri.

"Sejak dulu, abah (bapak) saya dan guru besar saya Kiai Usman Abidin menganjurkan saya membuka pesantren untuk membantu masyarakat yang terbelit masalah. Sehingga, selain pengajian-pengajian yang selama ini sudah rutin digelar pesantren ini nantinya juga menjadi pusat pengobatan untuk masyarakat, ujar Gus Naim.

Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya ini mengatakan bahwa tidak hanya korban narkoba yang ditanganinya, melainkan penyakit secara umum yang diderita warga. "Alhamdulillah, selama ini sudah banyak warga yang datang ke saya untuk berobat," katanya.

Didirikannya pesantren ini, lanjut dia, juga merupakan permintaan dari para mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

"Makanya kami dirikan pesantren ini. Nantinya saya juga melengkapinya dengan membangun pendidikan formal di pesantren ini. Mohon dukungan semua pihak," katanya.

Diketahui pembangunan pondok pesantren berlantai 3 dengan menempati lahan berukuran 17 x 24 M2 ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp2,9 miliar.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maulana

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37602/benahi-akhlak-kabareskrim-pun-ikut-dirikan-pesantren

Ikhwan Muslim Indonesia

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikhwan Muslim Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikhwan Muslim Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikhwan Muslim Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock