Jumat, 26 Mei 2017

Menag: Jamaah Thariqah Punya Kesadaran Moral Tinggi

Pekalongan, Ikhwan Muslim Indonesia. Kesadaran moral para pengamal ajaran tarekat atau jamaah thariqah diharapkan mampu memberi sumbangan berharga bagi penegakan nilai-nilai moral keagamaan dan penghayatan spiritual.

Berbagai hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengikut toriqoh memiliki tingkat kesadaran menjalankan ibadah yang tinggi dan menampakan kesadaran moral yang tinggi pula, kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni pada acara silaturahmi ulama pesantren dan kyai Thoriqah se-Indonesia, di ponpes Al Mubarok, Medono, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (22/5).

Menurut Menag, tugas ulama ke depan semakin berat, sebab masyarakat kita semakin terbuka terhadap pengaruh dari luar akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Peran ulama di lingkungan ponpes, kata Menag, perlu dipertahankan. Ulama adalah pendidik bagi santrinya, penyuluh bagi masyarakat dan pembimbing bagi umat yang memerlukan nasehat, pertimbangan atau menghadapi masalah. Peran yang sudah berakar ini tak boleh ditinggalkan atau dibaikan, katanya.

Menag: Jamaah Thariqah Punya Kesadaran Moral Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Jamaah Thariqah Punya Kesadaran Moral Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)


Menag: Jamaah Thariqah Punya Kesadaran Moral Tinggi

Menag meminta para ulama dan pengasuh pondok pesantren untuk terus membina kedekatan dengan umat dan meningkatkan peran dalam mengatasi berbagai penyakit masyarakat.

Pada kesempatan itu Menag juga menegaskan, umat yang lemah dari segi pemahaman biasanya mudah terseret ke dalam pemahaman yang radikal. Mereka akan menjadi sasaran yang empuk bagi orang-orang yang memang bertujuan untuk menyelewengkan ajaran agama atau mengajarkan paham-paham keagamaan yang sesat.

Umat yang lemah dari segi pemahaman biasanya mudah tergiur dengan bujukan material untuk melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran agama, ujar Menag.

Ikhwan Muslim Indonesia

Menag mengatakan, mereka yang sudah memiliki pengetahuan agama tetapi lemah dari segi pengamalan perlu sentuhan-sentuhan yang berdimensi tasawuf atau penjelasan tentang himatut tasyri. Dengan demikian mereka akan memahami esensi dari perintah dan larangan agama.

Ikhwan Muslim Indonesia

Sebaliknya, kata Menag, mereka yang taat dalam pengamalan, tetapi lebih dari segi pemahaman perlu diberi dorongan untuk terus meningkatkan pemahamannya. Sehubungan dengan hal itu, majelis taklim maupun pengajian toriqoh perlu digalakkan terus menerus.(nam)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/9027/menag-jamaamp8217ah-thariqah-punya-kesadaran-moral-tinggi

Ikhwan Muslim Indonesia

Senin, 10 April 2017

Mufti Agung Bosnia Silaturahmi ke PBNU

Jakarta, Ikhwan Muslim Indonesia. Mufti agung Bosnia dan Herzegovina, Syekh Husein Kavazovic, berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (22/1) siang. Syekh Husein datang bersama Duta Besar Bosnia dan Herzegovina di Indonesia Fuad Sabeta.

Rombongan tamu disambut Ketua PBNU H Iqbal Sulam dan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) H Abdul Manan A Ghani. Seorang wartawan dari majalah Preporod, Mirnes Kovac, juga turut dalam silaturahmi ini.

Mufti Agung Bosnia Silaturahmi ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mufti Agung Bosnia Silaturahmi ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Mufti Agung Bosnia Silaturahmi ke PBNU

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini diisi saling tukar informasi soal kehidupan Islam di masing-masing negara. Syekh Husein memperkenalkan negaranya dari segi demografi, pendidikan, organisasi, budaya, jumlah tempat ibadah, termasuk persebaran warga Bosnia dan Herzegovina ke beberapa negara di dunia.

Ikhwan Muslim Indonesia

Sementara itu, Abdul Manan menjelaskan tentang rangkaian visi dan program pemberdayaan terhadap masjid-masjid di Indonesia. Syekh Husein yang merupakan Ketua Komunitas Islam Bosnia dan Herzegovina mengaku senang dapat bersilaturahmi dengan PBNU dan ia berharap akan ada tindak lanjut.

Kami ingin suatu saat ada kerja sama dengan Nahdlatul Ulama. Tentu saja bukan di bidang politik, melainkan pendidikan, budaya, atau lainnya, ujarnya.

Ikhwan Muslim Indonesia

Sebelumnya, imam besar Masjid Istiqlal di yang terletak di Otoka, Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, Abdulgafar Velic, juga melakukan kunjungan serupa, Agustus 2013. Saat itu ia ditemani imam Kanton Sarajevo Ferid Dautovic dan seorang asisten. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49616/mufti-agung-bosnia-silaturahmi-ke-pbnu

Ikhwan Muslim Indonesia

Kamis, 23 Maret 2017

Argentina, Bolivia Highlight Integration

Buenos Aires, Ikhwan Muslim Indonesia. Presidents of Argentina and Bolivia, Nestor Kirchner and Evo Morales, highlighted on Thursday the pro-Latin America, pro-integration essence of new agreements signed between both countries in the energy field.

During a mass gathering in the locality of Hurlingham, in Buenos Aires, Morales appreciated the solidarity expressed by the Argentinean government in accepting an increase in the price of Peruvian natural gas sold to Buenos Aires, as it means a relief to his poor countrys economy.

The Bolivian president also highlighted the assistance received from Venezuela and Cuba in several fields.

On his part, Kirchner referred to the generosity and magnanimity of the dialogue sustained with his guest and said the agreements signed between the parties will contribute to both peoples growth.

Argentina, Bolivia Highlight Integration (Sumber Gambar : Nu Online)
Argentina, Bolivia Highlight Integration (Sumber Gambar : Nu Online)


Argentina, Bolivia Highlight Integration

After describing Morales as a friend, a brother, the Argentine president said that, under Morales leadership, Bolivia is recovering its dignity and is on the way to properly position itself in Latin America. (pl/dar)

Dari (News) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/28097/argentina-bolivia-highlight-integration

Ikhwan Muslim Indonesia

Ikhwan Muslim Indonesia

Rabu, 15 Maret 2017

Deraian Air Mata Akhiri Diklatsarsus Banser Tasikmalaya

Tasikmalaya, Ikhwan Muslim Indonesia. Deraian air mata mengakhiri Pendidikan dan Latihan Khusus (Diklatsus) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tasikmalaya, Minggu (8/1).

Setelah empat hari digembleng sejak Kamis (5/1) lalu di Rest Area Gunung Putri Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Jawa Barat, sekira 76 peserta dikumpulkan di halaman Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Jalan dr. Soekardjo No 47, untuk dibaiat oleh Ketua Syuriah PCNU, KH Aban Bunyamin.

Deraian Air Mata Akhiri Diklatsarsus Banser Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Deraian Air Mata Akhiri Diklatsarsus Banser Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)


Deraian Air Mata Akhiri Diklatsarsus Banser Tasikmalaya

Satu persatu peserta diguyur air yang diberi bunga tujuh warna. Kemudian mencium Panji Banser diiringi Shalawat Nabi. Suasana haru pun tumpah, tak kuasa menahan air mata.

Memang, perjuangan menuju Kantor PCNU bukan hal mudah. Selesai diklatsar harus jalan kaki sejauh 10 kilometer dari lokasi ke Kantor PCNU. 76 peserta tersisa dari 120 orang disambut langsung Ketua Syuriah, KH Aban.

Ikhwan Muslim Indonesia

Kemudian dibaiat dengan syahadat serta berjanji akan menjalankan kewajiban terhadap Allah SWT dan Rosul-Nya, tanpa pamrih mengisi kemerdekaan dan mengamalkan Pancasila serta UUD 45, mengembangkan ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah dan patuh pada tugas organisasi.

Ikhwan Muslim Indonesia

Dansatkorcab Banser Kota Tasikmalaya, Ujang Haedar mengatakan, diklatsus ini sebagai bentuk persiapan mengawal Islam Aswaja dan melawan siapa saja yang merongrong kedaulatan negara.

Peserta merupakan orang-orang terpilih yang siap lahir batin, militan, siap fisik dan psikis yang sudah ditempa secara lahir dan batin. Selama empat hari, mereka diuji fisiknya, mentalnya, keterampilannya serta kebatinannya tanpa henti.

"Hari ini kita akhiri dengan pembaiatan," ujarnya.

Ujang pun mengungkapkan 76 anggota Banser tersebut sudah menguasai pencak silat dasar dari Instruktur Banser dan TNI. Dan sudah Salat Sunat Hajat, Pengajian Al-Quran, Dzikir bersama, serta Ziarah ke Makam Kiai Santana yang katanya salah satu Guru Syech Abdul Muhyi Pamijahan. (Nurjani/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74499/deraian-air-mata-akhiri-diklatsarsus-banser-tasikmalaya

Ikhwan Muslim Indonesia

Kamis, 09 Maret 2017

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

Demak, Ikhwan Muslim Indonesia. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Mranggen menggelar pertemuan ramah tamah dalam memperingati hari lahirnya yang Ke-82. Dengan pertemuan yang berlangsung di Aula Balai Desa Kembangarum Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu (24/4), mereka berupaya terus meningkatkan soliditas kader di setiap tingkat kepengurusan baik di anak cabang maupun ranting se-Kecamatan Mranggen.

Ketua GP Ansor Mranggen Abdul Qodir meminta seluruh kader yang ada senantiasa berkomunikasi secara intensif sebagai wahana koordinasi organisasi. Menurutnya, hal itu merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas jalannya roda organisasi.

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)


Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

Yang lalu biarlah berlalu. Kita rajut kembali Ansor Mranggen. Kita tingkatkan komunikasi ke depannya supaya lebih baik, kata Qodir.

Selain ajang evaluasi perjalanan kepengurusan, para hadirin memanfaatkan momentum harlah kali ini sebagai upaya menghidupkan kembali semangat Ansor yang tak lepas dari nilai sejarah kebangsaan.

Ikhwan Muslim Indonesia

GP Ansor Mranggen komitmen dengan pergerakannya. Di usianya yang Ke-82, mari bersama-sama mengawal perjalanan bangsa dari yang terendah, ranting dan anak cabang, kata Qodir.

Ikhwan Muslim Indonesia

Ia berpesan agar keberadaan nilai-nilai Aswaja jangan sampai luntur. Dalam mengawal nilai-nilai Aswaja, program yang sarat dengan nilai aswaja akan terus dipertahankan. Ia juga menegaskan, sudah saatnya GP Ansor bermetamorfosis menjadi organisasi yang lebih modern, yakni dengan mempertimbangkan aspek-aspek kekinian.

Seluruh pengurus dilarang gaptek. Itu contoh kecil. Sedangkan untuk program, mari bersama-sama kita bahas dan kita musyawarahkan, tegasnya.

GP Ansor mranggen, lanjut Qodir, akan melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hal itu dirasa mampu memberikan dampak yang membekas, dan menunjukkan eksistensi bahwa Ansor Mranggen hadir di tengah-tengah masyarakat. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67611/momentum-harlah-gp-ansor-mranggen-pilih-evaluasi-pengurus

Ikhwan Muslim Indonesia

Rabu, 01 Maret 2017

150 Peneliti dan Tokoh Agama Ikuti Simposium Internasional Kemenag

Jakarta, Ikhwan Muslim Indonesia. Simposium internasional kehidupan keagamaan (International Symposium on Religious Life) bertajuk Managing Diversity, Fostering Harmony resmi dibuka oleh Kementerian Agama, Rabu (5/10) di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta. Simposium yang diselenggarakan oleh Balitbang dan Diklat Kemenag RI ini menghadirkan 150 peserta yang merupakan peneliti tokoh agama dari dalam dan luar negeri, seperti Mesir, Hongkong, Singapura, Malayisa, Brunei, AS, Belanda, Jerman, dan negara lainnya.

Dalam sambutanyang dibacakan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa simposium internasional ini merupakan wahana penting bagi para akademisi, peneliti, dan tokoh agama untuk bertemu dan saling bertukar informasi mengenai hasil penelitian terbaru dan kemungkinan bekerja sama untuk melakukan penelitian terkait kehidupan keagamaan.

150 Peneliti dan Tokoh Agama Ikuti Simposium Internasional Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
150 Peneliti dan Tokoh Agama Ikuti Simposium Internasional Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)


150 Peneliti dan Tokoh Agama Ikuti Simposium Internasional Kemenag

Bagi Kemenag, simposium ini nantinya dapat memberikan rekomendasi kepada kami dalam melaksanakan visi negara untuk memperteguh kebhinnekaan Indonesia, ujar Menag.

Ikhwan Muslim Indonesia

Menag menyadari betul ketika sebuah negara atau komunitas terisi orang-orang dengan tingkat keberagaman yang tinggi, maka paling sulit adalah menyamakan persepsi dan mencapai konsensus atas suatu nilai dan kepentingan tertentu.

Negara menjamin kebebasan setiap warga untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Hanya, kebebasan itu tetap dibatasi dalam kerangka menjaga harmoni. Karenanya, hubungan antarumat beragama diatur dalam regulasi tersendiri, terang Menag.

Ikhwan Muslim Indonesia

Sementara itu, Kepala Balitbang dan Diklat Abdurrahman Masud mengungkapkan bahwa pertemuan internasional ini juga nantinya diarahkan pada pembentukan RUU Perlindungan Umat Beragama (PUB) dengan mendefinisikan agama secara regulatif. Hal ini bertujuan untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan umat bergama di Indonesia.

Para narasumber nantinya akan memberikan berbagai rekomendasi untuk penyempurnaan regulasi ini (RUU PUB, red) sehingga tergetnya akhir tahun sudah dibahas di DPR, jelas Abdurrahman Masud.

Ini merupakan langkah Kementerian Agama dalam menganggapi sering terjadinya konflik yang mengatasnamakan agama. Sehingga menurut Masud, kriteria agama atau keyakinan seperti apa di luar 6 agama yang selama ini diakui negara yang perlu didefinisikan.

Karena terminologi agama yang tidak diakui berdampak diskriminatif terhadap hak-hak warga negara yang masih memegang teguh agama-agama lokal ketika hendak mengakses layanan yang disediakan oleh pemerintah, seperti pencatatan sipil dan masalah-masalah administratif lainnya.

Kegiatan Simposium internasional ini akan berlangsung 3 hari, Rabu-Jumat (5-7/10) di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pakar seperti Robert W. Hefner (Boston University, USA), Gamal Farouq Jibril (Al-Azhar University Cairo, Mesir), Azyumardi Azra (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Selain itu juga digelar diskusi yang akan diisi oleh Ahmad Najib Burhani (LIPI), Syafiq Hasyim (ICIP-PBNU), R. Alpha Amirrachman (CDCC-PP Muhammadiyah), Ahmad Suaedy (Abdurrahman Wahid Center UI), Muhammad Adlin Sila (CDRL-MORA), dan Alimatul Qibtiyah (PSW UIN Yogyakarta). (Fathoni)

Dari (Kajian Keagamaan) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71768/150-peneliti-dan-tokoh-agama-ikuti-simposium-internasional-kemenag

Ikhwan Muslim Indonesia

Minggu, 19 Februari 2017

Menuju Acara, Kebiasaan Gus Dur di Mobil Adalah Membaca Quran

Ikhwan Muslim Indonesia - Suatu ketika KH. Zainal Arifin, pengasuh PP. Al-Arifiyyah, Medono, Kota Pekalongan, diminta tolong oleh panitia menjemput KH. Abdurrahman Wachid atau Gus Dur untuk mengisi sebuah acara akbar di kota Pekalongan.

Menuju Acara, Kebiasaan Gus Dur di Mobil Adalah Membaca Quran - Ikhwan Muslim Indonesia
Menuju Acara, Kebiasaan Gus Dur di Mobil Adalah Membaca Quran - Ikhwan Muslim Indonesia


Menuju Acara, Kebiasaan Gus Dur di Mobil Adalah Membaca Quran

Waktu itu panitia minta didampingi Kyai Zainal untuk menjemput Gus Dur karena sedang mengisi pengajian di Semarang Jawa Tengah. Seusai acara dan ramah tamah dengan para tamu, Gus Dur memutuskan untuk ikut rombongan Kyai Zainal dan panitia ke Kota Pekalongan. Waktu menunjukkan pukul 01.00 atau 02.00 dini hari.

Setelah berbincang secukupnya dengan Gus Dur, Kyai Zainal dan panitia mempersilakan Gus Dur istirahat di mobil yang melaju dengan tenang. Jalur pantura pada jam segitu juga sudah lengang.

Kita tahu Gus Dur kondisi fisiknya terbatas, kesehatannya juga mulai menurun, serta jadwal juga padat. Tentu saja sesuai logika normal, aktivitas ini akan menguras tenaga dan pikiran Gus Dur. Tapi, alih-alih istirahat di dalam mobil yang melaju dengan tenang tersebut, Gus Dur malah masih membaca Al Qur'an secara bil ghoib (hapalan tanpa teks).

Justru Kyai Zainal dan panitia yang jelas secara fisik lebih sehat dibanding Gus Dur sudah kecapekan duluan dan hampir terlelap. Mereka kaget mendengar Gus Dur dengan suara yang lamat-lamat mendaras Al Qur'an secara lisan.

Mendengarnya, kontan rasa kantuk Kyai Zainal dan panitia lainnya, hilang. Mereka menyimak hafalan Gus Dur. Tak terasa satu jam lewat, sampailah rombongan itu di Pekalongan. Air mata Kyai Zainal beserta panitia lainnya tumpah ruah.

Ia membayangkan orang yang selama ini sering di salahpahami pelbagai pihak, dicaci maki, dikutuk, dikafirkan, difitnah, dicemooh, dan seterusnya, malam itu dengan kondisi kesehatan yang terbatas dengan kelelahan yang luar biasa ternyata masih menyempatkan membaca Al Qur'an dengan hapalan sampai lima juz lebih!

Inilah salah satu kebiasaan Gus Dur ketika dalam perjalanan. Masyaallah, alih-alih baca Al-Qur'an, kita berdoa saja kadang lupa, malah memilih mendengarkan musik. [Ikhwan Muslim Indonesia]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/menuju-acara-kebiasaan-gus-dur-di-mobil-adalah-membaca-alquran.html

Bima Arya Larang Pelantikan Pengurus Anti-Syiah Bogor

Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, tak akan memberi izin pengukuhan dan pelantikan Aliansi Nasional Anti-Syiah yang akan digelar pada Ahad, 22 November 2015, di Aula KONI Gelanggang Olahraga Kota Bogor.

Bima Arya Larang Pelantikan Pengurus Anti-Syiah Bogor - Ikhwan Muslim Indonesia
Bima Arya Larang Pelantikan Pengurus Anti-Syiah Bogor - Ikhwan Muslim Indonesia


Bima Arya Larang Pelantikan Pengurus Anti-Syiah Bogor

Bima juga menyangkal akan hadir membuka acara tersebut seperti tertera dalam selebaran ANNAS. Dalam pamflet itu, Bima disebut akan memberi keynote speech bersama anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Didin Hafiduddin. “Tidak benar isi selebaran itu, saya tidak pernah memberi konfirmasi akan hadir,” kata Bima kepada Tempo pada Kamis, 19 November 2015.

Surat undangan dan permohonan acara itu, kata Bima, dikirim pengurus ANNAS beberapa hari lalu ke kantornya. “Undangan saya terima tapi tidak saya respon,” katanya. "Dan tidak akan saya izinkan."

Bima menyayangkan acara tersebut dan selebaran yang memuat nama dan fotonya sebagai pembicara. Menurut dia, dalam situasi saat ini sangat penting menjaga kebersamaan dan menguatkan silaturahmi. “Demi kesejukan Kota Bogor,” kata dia.

Bima sedang menghadapi somasi masyarakat atas pelarangan Asyura, peringatan gugurnya Hussain bin Ali, cucu Nabi Muhammad, oleh umat Syiah tiap 10 Muharam pada pertengahan Oktober lalu. Bima Arya mengeluarkan surat edaran larangan peringatan Asyura dengan alasan menjaga keamanan.

Surat edaran itu segera memicu kontroversi karena Bima dinilai tak menghargai keragaman keyakinan. Bima kian dikecam karena memberikan pidato dalam Konferensi Wali Kota Sedunia di Florence, Italia, tentang persatuan dalam keberagaman. Surat edaran itu membuat responden dalam survei Setara Institute menobatkan Bogor sebagai kota paling tak toleran se-Indonesia.

Dalam wawancara dengan Tempo pekan lalu, Bima mengaku belajar dari keputusannya membuat edaran larangan Asyura yang menimbulkan kegaduhan. “Dalam konteks dimensi dan ruang yang lebih luas, larangan itu melanggar konstitusi,” katanya. (Bagja Hidayat)

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/bima-arya-larang-pelantikan-pengurus.html

Doa Untuk Penyakit Stroke

Ikhwan Muslim Indonesia - Agar terhindar dari penyakit stroke, ada doa yang perlu diamalkan setiap pagi dan sore. Mewabahnya penyakit stroke sudah pernah diramalkan Nabi sebagai bagian dari tanda akhir zaman. Dalam sebuah hadist, Nabi bersabda:

Doa Untuk Penyakit Stroke - Ikhwan Muslim Indonesia
Doa Untuk Penyakit Stroke - Ikhwan Muslim Indonesia


Doa Untuk Penyakit Stroke

من اقتراب الساعة اذا كثر الفالج وموت الفجأة

Artinya: "Diantara tanda dekatnya kiamat adalah apabila banyak penyakit stroke dan mati mendadak" (HR Ibnu Abd Razzaq)

Apa terjemahan Falij ini? Beberapa syarah hadis menyebutkan:

اﺳﺘﺮﺧﺎء ﻷﺣﺪ ﺷﻘﻲ اﻟﺒﺪﻥ ﻻﻧﺼﺒﺎﺏ ﺧﻠﻂ ﺑﻠﻐﻤﻲ ﺗﻨﺴﺪ ﻣﻨﻪ ﻣﺴﺎﻟﻚ اﻟﺮﻭﺡ

Artinya: "Yaitu kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh karena mengalirnya campuran lemak yang dapat menutup saluran ruh" (Tuhfatul Ahwadzi).

Boleh jadi temuan definisi ini berbeda dengan ilmu medis modern saat ini. Namun intinya terjadi kelumpuhan pada separuh tubuh. Doa agar terhindar dari penyakit tersebut adalah:

ﻋﻦ ﺃﺑﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻔﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: " ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺻﺒﺎﺡ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ، ﻭﻣﺴﺎء ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ: ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻀﺮ ﻣﻊ اﺳﻤﻪ ﺷﻲء ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭﻻ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء، ﻭﻫﻮ اﻟﺴﻤﻴﻊ اﻟﻌﻠﻴﻢ، ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻓﻴﻀﺮﻩ ﺷﻲء " ﻗﺎﻝ: ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺑﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ ﻃﺮﻑ ﻣﻦ اﻟﻔﺎﻟﺞ، ﻓﺠﻌﻞ اﻟﺮﺟﻞ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺃﺑﺎﻥ: «ﻣﺎ ﺗﻨﻈﺮ ﺇﻟﻲ؟ ﺃﻣﺎ ﺇﻥ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﻤﺎ ﻗﺪ ﺣﺪﺛﺘﻚ، ﻭﻟﻜﻨﻲ ﻟﻢ ﺃﻗﻠﻪ ﻳﻮﻣﺌﺬ، ﻟﻴﻤﻀﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲ ﻗﺪﺭﻩ»

Artinya: Aban bin Utsman berkata bahwa Utsman bin Affan mendengar Nabi bersabda: "Tidak ada seorang hamba yang membaca tiap pagi dan sore hari sebanyak 3x "Bismillah alladzi laa yadlurru ma'a ismihi syaiun fil ardli wa laa fis samaa' wa huwa as-samii'u al-aliim" maka tidak ada yang membahayakan padanya.

Aban ini sakit stroke, lalu orang lain melihatnya dan Aban berkata: "Apa yang kamu lihat? Hadist ini adalah seperti yang aku sampaikan padamu. Namun aku tidak membacanya agar takdir Allah terjadi padaku" (HR Tirmidz)

Dalam riwayat Abu Dawud berbunyi:

من قالها ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء، ﺣﺘﻰ ﻳﺼﺒﺢ، ﻭﻣﻦ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺣﻴﻦ ﻳﺼﺒﺢ ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء ﺣﺘﻰ ﻳﻤﺴﻲ

"Barang siapa membacanya 3x, maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga pagi. Dan barang siapa membacanya ketika pagi 3x maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga sore"

اللهم نعوذ بك من الستروك (الفالج)

Ma'ruf Khozin, pengasuh kajian fikih bersama KMNU Fak. Kedokteran Unair Surabaya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/doa-untuk-penyakit-stroke.html

Sabtu, 18 Februari 2017

Novita Hotel Jambi Digeruduk Setelah Lafadz Allah Dibuat Lantai di Bawah Ornamen Natal

Lafadz Allah di lantai Hotel Novita Jambi Ikhwan Muslim Indonesia - Tadi malam, Jumat (23/12/2016), Gubernur Jambi H. Zumi Zola dan Kapolda Jambi dilaporkan menemui pihak manajemen Novita Hotel yang berada di Jalan Gatot Subroto 44, Kota Jambi.

Novita Hotel Jambi Digeruduk Setelah Lafadz Allah Dibuat Lantai di Bawah Ornamen Natal  - Ikhwan Muslim Indonesia
Novita Hotel Jambi Digeruduk Setelah Lafadz Allah Dibuat Lantai di Bawah Ornamen Natal - Ikhwan Muslim Indonesia


Novita Hotel Jambi Digeruduk Setelah Lafadz Allah Dibuat Lantai di Bawah Ornamen Natal

Hal itu dilakukan ada laporan warga lalu menjadi pesan berantai (viral) dimana menyebutkan kalau di halaman tersebut ada ornamen natal yang dianggap bisa memicu ketegangan warga karena menyinggung simbol agama lain, Islam. .

Pantauan Ikhwan Muslim Indonesia menyebutkan, ada lafaldz "Allah" dalam bahasa Arab yang diletakkan di bawah ornamen pohon dan rumah gereja bersalib khas natal di halaman hotel tersebut. Kalimat Allah, oleh beberapa pihak di lapangan, memang sengaja digunakan sebagai lantai.

Kontan saja, hal itu memicu kemarahan umat Islam setempat setelah foto-foto tersebut tersebar luas di beberapa grup WhatsApp dan media sosial.

Tidak mau berbuntut panjang, Wali Kota Jambi, H. Syarif Fasha, langsung melakukan tindakan dengan menyegel Novita Hotel secara simbolik. Dengan membawa kertas karton putih, Syarif Fasha menulis "Maaf hotel ini dihentikan operasinya", ditandatangani. Ia perlihatkan foto segel itu ke warga yang malam itu berkumpul di sana.

Pasca diprotes warga, lampu halaman depan Novita Hotel Jambi langsung dipadamkan, gelap gulita, agar tidak menarik animo masyarakat lebih jauh, walau masih banyak warga yang berkumpul di sana saat itu.

Ornamen natal bermasalah sudah disegel police line Hingga laporan ini diturunkan Ikhwan Muslim Indonesia, lokasi hotel tersebut sudah disegel dengan police line. Entah bagaimana dengan nasib para tamunya. [Ikhwan Muslim Indonesia]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/novita-hotel-jambi-digeruduk-setelah-lafadz-allah-dibuat-lantai-di-bawah-ornamen-natal.html

Cerita Mbah Warso Ditemui Habib yang Sudah Lama Meninggal

Ikhwan Muslim Indonesia - Sekitar 15 tahun yang lalu, Mbah Warso (50), warga Desa Jondang Rt. 03 Rw. 03 Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, pernah didatangi seorang habib yang tidak ia kenal sama sekali. Nama habib tersebut adalah Sayyid Ja’far Shadiq. Ia mengaku berasal dari Dukuh Mbak Mati, Ngelak, Bondo, Kecamatan Mlonggo, Jepara.

Cerita Mbah Warso Ditemui Habib yang Sudah Lama Meninggal - Ikhwan Muslim Indonesia
Cerita Mbah Warso Ditemui Habib yang Sudah Lama Meninggal - Ikhwan Muslim Indonesia


Cerita Mbah Warso Ditemui Habib yang Sudah Lama Meninggal

Habib Ja’far itu hanya silaturrahim saja ke rumah Mbah Warso. Sebagaimana lazimnya tamu, obrolan keduanya berjalan santai membahas hal-hal sepele hingga seperti saudara sendiri. Dilengkapi kopi, rokok dan jajanan ringan, Warso yang berprofesi sebagai pemborong mebel, akrab melemparkan guyonan kepada Habib Ja’far dan sering terjadi ungkapan saling ledek khas orang Jawa desa.

Karena sudah tiga kali main ke rumah Warso di Desa Jondang, Habib Ja’far itu meminta Mbah Warso berkunjung balik ke rumah habib di Mbak Mati, Mlonggo. Jika ditempuh menggunakan motor, perjalanan dari Jondang ke Mlonggo (arah utara) bisa menelan waktu sekitar 1 jam bila lalulintas lancar.

Siang itu, bersama rombongan 10 motor, Mbah Warso berniat membalas kunjungan. Sampai ke dukuh Mbak Mati, ternyata warga setempat tidak ada yang mengenal sama sekali ada seorang Habib bernama Ja’far yang mukim di sana. Sampai ke ujung dekat bangunan PLTU, Warso dan rombongan bertemu seorang nenek.

“Tidak ada nak di sini rumah seorang habib. Tapi kalau makam habib, ada. Itu loh yang cungkupnya tinggi. Datang saja ke situ, kalian sudah ditunggu,” jawab nenek tersebut sebagaimana ditirukan oleh Mbah Warso dalam sebuah obrolan dengan Ikhwan Muslim Indonesia, Sabtu (06/08/2016) di Rembang. Ia tidak sempat menanyakan nama perempuan tua itu karena penasaran atas jawabannya yang mengagetkan. Warso cukup menyesal.

Ketika sampai ke lokasi yang ditunjukkan sang nenek tak dikenal, Warso dan rombongan bingung karena yang ada di hadapannya adalah tanah dengan gerumbulan rumput-rumput besar penuh kotoran anjing berserakan di sekitarnya. Di tengahnya itulah, Habib Ja’far dimakamkan. Masyaallah.

Pengalaman spiritual Mbah Warso ini tidak mengada-ada. Baginya, Sayyid Ja’far yang dimakamkan di Mbak Mati, Bondo, Mlonggo adalah seorang wali yang sengaja menemui dirinya yang jauh dari lokasi makam dengan maksud yang ia sendiri tidak berani menafsirkan. “Saksi ada, yang buat kopi Habib Ja’far pas di rumah juga masih hidup,” tegas Warso.

Setelah kejadian itu, ia sering ziarah ke makam Habib Ja’far tersebut. Dan kini, makam tersebut sudah dibangun oleh warga sekitar.

Pengalaman lain yang tidak bisa dilupakan oleh Mbah Warso terkait makam wali adalah ketika ia sedang memancing di sekitar Pulau Panjang Jepara, sekitar 15 tahun lalu. Malam hari, di tengah asyik mancing bersama beberapa orang lainnya, kedua matanya tiba-tiba seperti keculek (terkena kotoran) entah barang apa, tidak tahu.

Karena tidak tahan atas rasa sakit di bola matanya yang terus memerah, akhirnya Warso lari meninggalkan area mancing mencari tempat untuk istirahat. Teman-temannya lain masih di area pemancingan yang berbeda, tidak mengetahui kelilipan mata yang dialami oleh Mbah Warso.

Tanpa pikir panjang, ia masuk ke sebuah rumah kecil yang ditemukan, lalu tidur pulas. “Bangun tidur ternyata saya ada di sebelah makam,” akunya kepada Ikhwan Muslim Indonesia. Setelah bangun, lanjutnya, Warso kemudian ziarah meminta maaf karena tanpa sengaja telah berbuat salah ngeloni (memeluk sambil tertidur) di kuburan pemilik makam tanpa ijin.

Beberapa tahun kemudian, ia baru mengetahui kalau makam yang dulu ia gunakan tidur malam itu adalah makam wali besar bernama Habib Abu Bakar bin Yahya, datuk Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.

Setiap tahun, ribuan warga Jepara rela menyebarang ke pulau Panjang untuk menghadiri haul Habib Abu Bakar tersebut. Jika Anda ingin ziarah ke sana, sekarang sudah ada kapal khusus yang mengangkut para peziarah dari bibir pantai Kartini Jepara. Perjalanan sekitar 15 menit. [Ikhwan Muslim Indonesia/ab]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/cerita-mbah-warso-ditemui-habib-yang-sudah-lama-meninggal.html

KH Nur Iskandar Sakit, Sumbu Pendek: Kualat Karena Bela Ahok, Segera Tobat!

Semua yang sakit, dikumpulkan fotonya, lalu disebarkan karena bela Ahok. Ente waras akhi? Ikhwan Muslim Indonesia - KH Nur Iskandar, beberapa hari terakhir dikabarkan sakit hingga harus menggunakan alat bantu optimal di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Setelah Gus Nadirsyah Hosen meminta doa atas kesembuhan kiai di akun twitternya, ternyata hal itu, menurut tim Cyber NU Jatim, membuat para alumni 212 menggunakan kesempatan dalam kesempitan.

KH Nur Iskandar Sakit, Sumbu Pendek: Kualat Karena Bela Ahok, Segera Tobat! - Ikhwan Muslim Indonesia
KH Nur Iskandar Sakit, Sumbu Pendek: Kualat Karena Bela Ahok, Segera Tobat! - Ikhwan Muslim Indonesia


KH Nur Iskandar Sakit, Sumbu Pendek: Kualat Karena Bela Ahok, Segera Tobat!

Mumpung sakit, ujar salah satu tim Cyber kepada Ikhwan Muslim Indonesia, KH Nur Iskandar digunakan sebagai alat untuk kamapanye anti Ahok. Secara beruntun mereka kemudian membuat broadcast yang isinya antara lain: kualat karena dukung Ahok dan segera tobat agar tidak meninggal dunia alam keadaan masih membela Ahok seperti Sarlito Wirawan, yang meninggal 14 November 2016. Ya Allah, separah inikah jenis mulim Indonesia kita saat ini?

Glorifikasi sakit yang dikaitkan dengan laknat tersebut karena Kiai Iskandar dianggap oleh mereka sebagai pendukung demo tandingan anti 212 yang dilaksanakan pada 412. "Ia juga yang membacakan doa untuk Ahok saat mengadakan acara tandingan 412," tulis pemilik akun Facebook Baim Montana, alumnus Universitas Negeri Jakarta. Ini statusnya lengkapnya, dicopy-kan Ikhwan Muslim Indonesia.

--------------

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun..

Setelah pembela ahok, dr. Sarlito wirawan meninggal dunia 14 November 2016 lalu, dalam keadaan masih membela ahok..

Kini, KH Nur Muhammad iskandar, SQ, Kyai haji, pemilik pesantren Asshiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta, dengan titel Sarjana Quran, yg juga adalah salah seorang pembela AHOK & sangat menjunjung AHOK, suka mengecilkan umat islam sendiri. Dan ia juga yg membacakan doa utk AHOK saat mengadakan acara tandingan 412.

Saat ini dalam keadaan sekarat di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakbar.

Saat ini beliau tidak bisa bergerak. Selang dimana-mana. Kita tidak tahu apakah beliau sdh bertaubat atau belum. Kita doakan saja beliau agar mendapat hidayah & sudah bertaubat, serta mendapatkan nikmat kesembuhan dari Allah Ta'ala, aamiin.

Allah jadikan ini sebagai contoh untuk para ulama kebelinger lainnya. Semoga ulama para pembela ahok cepat bertaubat.

Azab Allah itu pasti

“Wahai Rasulullah, apa yang lebih engkau takutkan atas umatmu daripada Dajjal". Beliau menjawab, “Para pemimpin yang mudhillin (menyesatkan)”.

(HR. Ahmad)

AL-AIMMAH AL-MUDHILLIN (para pemimpin penyesat umat) = termasuk di dalamnya para umara (pemimpin pemerintahan), ulama, dan ahli ibadah. Para umara tersebut adalah mereka yang menerapkan hukum dengan selain hukum Islam, bertindak dzalim, dictator dan kejam, dan tidak menunaikan hak-hak rakyat.

Para ulama yang menjadi pemimpin menyesatkan, karena mereka menyembunyikan ilmu dan merubah-rubahnya. Suka mengakali dalil untuk kepentingan syahwatnya atau kepentingan para pemimpinnya.

----------------

Perang statemen masih berlanjut antar grup. Di salah satu grup pendukung demo anti Ahokk, terdapat broadcast yang tidak jelas ditulis penulisnya. Katanya, KH Nur Iskandar sebetulnya bukan pendukung Ahok. Ia hanya dijebak oleh Djian Farid (PPP) untuk dimanfaatkan agar datang ke demo 412 bersama partai lain.

Selain melakukan klarifikasi, broadcast tersebut juga menggoreng opini menyudutkan Ketum PBNU pula. Padahal, tidak ada hubungannya. Megawati juga disebut-sebut. Hahahaha. Ya Allah Gustiii, separah inikah kebencian kaum muslimin kita? Bacalah BC sumbu pendek yang tersebar, lengkap dengan foto yang disebar juga, di bawah ini.

---------------

selesai sidang hari ini, saya jenguk sekaligus tabayyun kepada KH Noer Iskandar di Rumah Sakit.. dan menurut beliau dan Istrinya.. bahwa ketika datang ke lokasi tandingan beliau dijebak dan manfaatkan oleh djen farid karena memang sdh setahun ini beliau sdh sangat udzur syar'i (maaf.. pikun).. keterbatasan kesehatan itulah yg dimanfaatkan oleh group pendukung penista agama..

dan Beliau dan Istrinya menyatakan sangat mendukung apa yg dilakukan oleh FPI dan Ummat Islam utk memenjarakan sipenista agama. Wallahu A'lam.

Kalau Aqil siraj, saya sdh sangat yakin kalau dia syiah.. karena berita itu sdh saya dapat sekitar 10tahun yll dari langsung org syiah.

Semoga megawati tidak termasuk org Kafir..

Pria ini disebut yang tabayun ngawur di atas --------------

Hanya ada satu cara untuk melakukan klarifikasi. Yakni keluarga. Ikhwan Muslim Indonesia sudah melakukan tabayyun langsung ke putra KH Nur Iskandar, Gus Mahrus. Pada Rabu (28/12/2016) pagi, lewat pesan WA yang dikirimkan redaksi, Gus Mahrus mengatakan kalau kondisi abahnya sudah sehat, "Alhamdlh mpun waras sehat," balasnya. Ia juga mengatakan kalau foto yang beredar selama ini adalah foto lama yang disebar pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

Menurut keterangan Gus Mahrus, Abah sakit sebenarnya karena telat cuci darah dan capek setelah acara dari Jogja. Soal foto yang beredar, jelas bukan foto terakhir. "Berat Abah naik drastis, bukan malah kurus seperti di photo yang beredar sekarang," terangnya kepada Ikhwan Muslim Indonesia.

Hoax komentar sumbu pendek Ngeri melihat komen-komen para sumbu pendek yang banyak diantaranya bergelar sarjana, magister, doktor, juga ustadz. Ada yang kemudian panas adem minta hapus foto Yusuf Mansur jenguk KH Nur Iskandar karena dianggap akan menimbulkan fitnah. Lha wong silaturrahim tanda kasih sayang kok ya tidak boleh, ya ampyun, kalian ini makhluk planet mana sih. Ini fotonya, silakan disimpan.

Foto Ustadz Yusuf Mansur ketika menjenguk KH Nur Iskandar Semoga doa-doa bernada laknat kepada kiai NU tersebut bisa menjadi maghfirah (ampunan) untuk semua dosa-dosa beliau yang selama ini terus mengabdi di bidang pendidikan. Alfatihah. Syafahullah. [Ikhwan Muslim Indonesia]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kh-nur-iskandar-sakit-sumbu-pendek-kualat-karena-bela-ahok.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikhwan Muslim Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikhwan Muslim Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikhwan Muslim Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock