Rabu, 20 Agustus 2014

AusAID-LAPIS Siap Bantu Maarif

Jakarta, Ikhwan Muslim Indonesia. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif (LP Maarif NU) menerima kunjungan dari Learning Assistance Program for Islamic Scholar (LAPIS)AusAID dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar islam bagi masyarakat yang kurang beruntumg di Indonesia.

Pertemuan tersebut berlangsung di LT V gedung PBNU, Selasa (15/9). Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur AusAID -Lapis Dr, Robert Kinghorm, Ketua Maarif Drs. HM. Nadjid Muchtar, MA, Wakil Ketua Dr. Endang Turmudzi, MA, Sekretaris Maarif, Drs. Azhari HM, MA, dan beberapa pengurus Wilayah Maarif daerah.

Dalam pertemuan itu, LAPIS AusAID akan memberikan support terhadap perbaikan pendidikan dasar islam yang meliputi MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah) dalam bentuk pendanaan, pendidikan dan pelatihan, pengadaan sarana pembelajaran, dukungan terhadap kebutuhan siswa, dukungan kelembagaan serta pelatihan untuk guru-guru pelajaran umum. Dalam kunjungan LAPIS yang pertama kalinya ini dimaksudkan untuk mencari masukan terkait kebutuhan pendidikan di lingkungan Maarif.

Menurut Sekretaris Maarif Azhari, kerjasama dan bantuan yang akan ditawarkan LAPIS sangat membantu untuk meningkatkan mutu pendidikan,peningkatan kualitas sumber daya manusia sekolah dan pengembangan kapasitas pendidikan di lingkungan Maarif. "Meskipun sudah banyak sekolah Maarif yang baik mutunya, tetapi masih banyak yang perlu ditingkatkan," ujarnya kepada Ikhwan Muslim Indonesia, Rabu (15/9).

AusAID-LAPIS Siap Bantu Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)
AusAID-LAPIS Siap Bantu Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)


AusAID-LAPIS Siap Bantu Maarif

Dijelaskan dia, kedepan jika progran yang ditawarkan ini mulai berjalan akan ada pembentukan LAPIS Consultative Group (LCG), pembentukan LAPIS Activity Working Group (AWG) dari tingkat propinisi dan kabupaten kota, pembentukan mekanisme koordinasi dengan para donor dan operasionalnya. "Ada juga pembentukan jaringan aktivis AusAID pada sekolah islam dan pemetaan sekolah dasar islam secara komprehensif melalui AWG dan stakeholders lainnya," papar Azhari.

Melalui program ini diharapkan akan meningkatkan kualitas sekolah dasar islam dalam jangka panjang dan menengah yang fleksibel, partisipatif, sustainabel dan berperspektif lokal. Karena kemiskinan di Indonesia sangat terpusat pada sektor pendidikan dasar dan non formal, khususnya di daerah-daerah miskin pedesaan.

Ikhwan Muslim Indonesia

Program LAPIS ini secara keseluruhan, lanjut Azhari sekitar 5 tahun dalam kurun waktu Juli 2004-Juni 2009, dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama 2,5 tahun (Juli 2004-Desember 2006) dan tahap kedua 2,5 tahun (Januari 2007-Juni 2009). "Jadi kita mengajukan ke LAPIS AusAID melalui mekanisme proposal kompetitif, dan para stakeholders yang melakukan penilaian kelayakan," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur AusAID-LAPIS Dr, Robert Kinghorm dalam pertemuan itu menjelaskan, LAPIS sebagai bantuan pendidikan untuk sekolah islam dengan dana hibah dari pemerintah Australia, untuk meningkatkan mutu sekolah islam, mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan SDM sekolah dasar sembilan tahun. "Dalam pertemuan ini tidak ada aggrement antara AusAID dengan Maarif, yang adadalah agrement antara pemerintah indonesia dengan pemerintah australia," demikian Robert Kinghorm. (cih)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2059/ausaid-lapis-siap-bantu-ma039arif

Ikhwan Muslim Indonesia

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikhwan Muslim Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikhwan Muslim Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikhwan Muslim Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock