Sabtu, 23 Maret 2013

Perkembangan Seni Baca Al-Quran di Kalbar

Pontianak, Ikhwan Muslim Indonesia. Setahu saya, perkembangan seni baca Al-Quran di Kalimantan Barat, terkenal sejak zaman kakak beradik Fauzi Arsyad dan Sanusi Arsyad. Kedunya, menonjol sebagai pakar tajwid.

Demikian diungkapkan HM Tuwok, seorang qori asal Pontianak, Kalimantan Barat di sela-sela acara MTQ VII JQH NU, Ahad (8/7).

Fauzi Arsyad itu, dibesarkan di pesantren Kampung Saigon. Ia qori nomor satu di Kalbar di zamannya. Ia juga salah seorang qori yang disegani KH Abdul Aziz Muslim, seorang qori di Tegal, Jawa Tengah, terangnya.

Perkembangan Seni Baca Al-Quran di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkembangan Seni Baca Al-Quran di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)


Perkembangan Seni Baca Al-Quran di Kalbar

Ada juga ustadz Haji Jafar Yahya, terkenal dalam bidang lagu. Ia sampai menguasai 14 lagu. Selain itu, ada ustadz H. Abdul Rasyid Mahmud, itu mengusai bidang fashohah.

Ikhwan Muslim Indonesia

Pada dasarnya mereka menguasai seluruh seni bacaan Al-Quran, tapi sisi menonjolnya beda-beda, ujarnya.

Mereka itu, sambung Tuwok, merupakan guru-guru Nursiah Ismail, Jamilah Arani, Hayati Sabar, Dahlia Ahamad tahun 60-an. Nursiah Ismail adalah qoriah Kalimantan Barat yang pernah menyabet gelar terbaik tingkat nasional tahun 1974 di Surabaya dan 1976 di Samarinda. Pada pembukaan MTQ VII JQH NU, Selasa malam (3/7), di stadion Sultan Syarif Abdurahman, Nursiaah didaulat membacakan ayat-ayat suci Al-Quran.

Ikhwan Muslim Indonesia

Suaranya masih bagus. Saya sejak kecil termotivasi hajah Nursiah Ismail. Ketika kecil, orang tua sering mendorong saya untuk seperti qoriah hajah Nursiah, terangnya.

Sekarang, lanjut Tuwok, pelanjutnya ada Hj. Dahlia Umar, Hj. Rahmawat, Uraisini. Dan kaderisasi terus berlanjut. Pelatihnya kadang diminta dari luar daerah, atau qori-qoriahnya yang dikirim ke tempat lain, mislnya ke IIQ di Jakarta.

HM Tuwok juga berkisah tentang perkembangan organisasi ke-Quranan di Kalimantan Barat. Menurutnya, JQH, sebuah badan otonom Nahdlatul Ulama yang berkaitan dengan ke-Quranan, telah berkembang di Kalbar sejak tahun 60-an.

Pendirinya adalah ustadz H. Yusuf Madani. Kemudian hilang. Lalu, saya ingat tahun 70-an, muncul Tahkinul Qiraat, didirikan ustad Hamzah Ahmad, seorang qori lokal Kalbar. Organisasi ini sama dengan JQH. Cuma ada di Kalimantan Barat saja, tuturnya.

Setelah itu, sambung Tuwok, muncul namanya IPQAH, Ikatan Persaudaraan Qori dan Qoriah Hafizh dan Hafizhah, di akhir 80, awal 90-an. Baru tahun 2011 akhir didirikan JQH, kebetulan saya diamanahkan jadi ketuanya. Saya diamanahkan teman-teman untuk memimpin JQH, pungkasnya.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38717/perkembangan-seni-baca-al-quran-di-kalbar

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikhwan Muslim Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikhwan Muslim Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikhwan Muslim Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock