Sabtu, 12 Februari 2011

Baru Diluncurkan, Buku Karya Gus Dur akan Diterjemahkan Tujuh Bahasa

Jakarta, Ikhwan Muslim Indonesia. Luar biasa. Buku karya mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendapat sambutan sangat positif dari publik. Buku berjudul Islamku, Islam Anda, Islam Kita yang baru saja diluncurkan itu sudah ditawari untuk diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa, antara lain bahasa Jerman, Belanda, Perancis, Inggris, Jepang, Korea dan Cina.

Alhamdulillah, buku ini sudah ada yang meminta untuk diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa, ungkap Gus Dur dalam sambutannya pada peluncuran buku tersebut di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Menteng, Jakarta, Kamis (21/9).

Hadir beberapa duta besar negara sahabat untuk Indonesia pada acara yang berbarengan dengan perayaan ulang tahun ke-2 The Wahid Institute itu, antara lain, Dubes Iran Behrooz Kamal Vandi dan Dubes Belanda Nikolaos van Dam. Tampak pula sejumlah pejabat dan sahabat-sahabat Gus Dur, di antaranya Wiranto, Taufik Kiemas, Jaya Suprana, Wimar Witoelar, Menakertrans Erman Suparno, dan Cagub DKI Jakarta Sarwono Kusumaatmadja.

Baru Diluncurkan, Buku Karya Gus Dur akan Diterjemahkan Tujuh Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Diluncurkan, Buku Karya Gus Dur akan Diterjemahkan Tujuh Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)


Baru Diluncurkan, Buku Karya Gus Dur akan Diterjemahkan Tujuh Bahasa

Menurut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, buku setebal 412 halaman yang diterbitkan oleh The Wahid Institute tersebut, berisi tentang keberagaman. "Buku ini berisi tentang pluralitas yang menjadi ruh saya," ucapnya.

Di dalam buku tersebut, ungkap Gus Dur, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi bukti bahwa upaya pendirian negara Islam adalah tidak mungkin. Indonesia, lanjutnya, tidak bisa menjadi negara Islam karena bangsa di Indonesia berasal dari berbagai macam arah dan sudut.

Perempuan boleh mencium tangan seorang ulama (laki-laki, red), adanya, ya di Indonesia ini. Di negara lain, tidak ada itu. Hal itu menunjukkan keberagaman budaya. Itu baru satu, belum budaya dan tradisi yang lain, terang Gus Dur.

Ikhwan Muslim Indonesia

Konsep jihad yang akhir-akhir ini kerap menjadi tema diskusi juga tak lepas dari pengamatan Gus Dur. "Jihad tidak selalu membela Islam, karena membela Pancasila juga bisa disebut sebagai jihad," tegsa Gus Dur.

Cucu pendiri NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari ini menceritakan, beberapa bulan setelah proklamasi kemerdekaan, PBNU mengeluarkan seruan; Resolusi Jihad yang berisi tentang kewajiban bagi umat Islam untuk membela dan mempertahankan negaranya dari musuh. "Padahal kita bukan negara Islam. Tapi berjuang mempertahankan negara dari serangan lawan itu disebut jihad," tegasnya. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5316/baru-diluncurkan-buku-karya-gus-dur-akan-diterjemahkan-tujuh-bahasa

Ikhwan Muslim Indonesia

Ikhwan Muslim Indonesia

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikhwan Muslim Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikhwan Muslim Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikhwan Muslim Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock