Rabu, 03 November 2010

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Probolinggo, Ikhwan Muslim IndonesiaSelain Hari Raya Idul Fitri, Lebaran Ketupat adalah perayaan yang sangat dinanti setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan. Tradisi Lebaran Ketupat pun masih dirayakan oleh warga pedesaan di Kabupaten Probolinggo.

Perayaan Lebaran Ketupat dilakukan pada H+7 Lebaran. Bahkan perayaan Lebaran Ketupat biasanya tidak kalah ramai dengan Idul Fitri hari pertama. Buktinya, masyarakat banyak yang membeli janur dan kulit ketupat.

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)


Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Hal inilah yang menjadi berkah tersendiri bagi para penjual janur dan kulit ketupat. Seperti yang dirasakan oleh pasangan suami istri Nur dan Romlah, pedagang janur dan kulit ketupat di Pasar Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Ini dari tadi banyak yang membeli janur. Belinya ada yang sampai 10 ikat. Kalau yang beli kulit ketupat memang jarang, kata Nur, Selasa (12/7).

Ikhwan Muslim Indonesia

Ikhwan Muslim Indonesia

Nur yang merupakan warga Desa Leces Kecamatan Leces ini bercerita bahwa di rumahnya Lebaran Ketupat masih dilakukan. Maklum saja, rumahnya berada di tengah-tengah kampung. Biasanya, tetangga ater-ater (mengirim makanan). Isinya ketupat dan lauk pauknya, ujarnya.

Romlah menambahkan, saat Lebaran lauk yang disajikan biasanya berbahan dasar daging. Seperti opor ayam atau rendang daging. Namun saat Lebaran Ketupat, yang dihidangkan adalah ketupat dengan sayur yang dimasak santan.

Sayurnya bisa macam-macam. Tiap rumah biasanya beda, tergantung kebiasaannya. Tapi, sayur dimasak santan, terangnya.

Di keluarga Romlah sendiri, biasanya ketupat lebaran dihidangkan dengan sayur dari rebung, tempe dan tahu yang dimasak santan. Sedangkan lauknya berupa telur rebus dengan sambal petis. Sama seperti yang lain. Masakan ini tidak dimakan sendiri. Tapi dibagi kepada para tetangga. Ya ater-ater ke tetangga, tegasnya.

Ibu dua anak ini mengungkapkan untuk memasak ketupat biasanya dilakukan dua hari sebelum Lebaran Ketupat atau H+5 Lebaran. Memasaknya pun masih memakai cara tradisional. Dimasak pakai tungku bukan gas. Kata orang-orang, ketupat yang dimasak pakai tungku akan lebih awet daripada yang dimasak pakai gas, jelasnya.

Tapi dengan tungku proses memasak menjadi lebih lama. Yaitu sampai sekitar 10 jam. Karena itu, yang memasak pun harus sabar menunggu ketupat matang. Baru setelah matang, ketupat diangin-anginkan dengan cara digantung. Ini biar ketupat tidak mudah rusak dan awet, tambahnya.

Romlah bercerita dengan antusias tentang cara memasak ketupat lebaran. Namun tangannya tetap sibuk membuat kulit ketupat. Hampir setiap tahun membuat ketupat sehingga tidak sulit baginya untuk mengerjakan pembuatan kulit ketupat. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69679/lezatnya-tradisi-saling-berbagi-ketupat-h7-lebaran

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikhwan Muslim Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikhwan Muslim Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikhwan Muslim Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock