Minggu, 27 September 2009

Mbah Moen: Memeriksa Ahok Jangan Dipengaruhi Karena Demo

Ikhwan Muslim Indonesia - Menurut KH Maimoen Zubair, pengasuh Ponpes Al-Anwar, Sarang, Rembang, bangsa kita ini mudah terpengaruh dengan rumor atau ramai-ramainya berita yang lagi ngetrend di masyarakat.

Ketika orang ramai membenci Belanda, kita ikut-ikutan bersikap anti Belanda. Padahal, kata Mbah Moen, kita ini harusnya berterimakasih juga kepada Belanda. "Malah bangsa ini harus berterimakasih kepada Belanda. Hukum yang ada sekarang masih KUHP (yang buatan Belanda). Tidak ada Belanda, tidak ada hukum di Indonesia. Tapi orang antinya Belanda kayak begitu. Betul nggak?" ujarnya.

Mbah Moen menerangkan, jika tidak ada KUHP, kiai sama kiai bisa jotosan. Tapi kalau mengecam Belanda sampai berlebih-lebihan. "Itu yang saya tidak cocok. Orang tak tahu diri," ujarnya dalam rekaman yang didapatkan Ikhwan Muslim Indonesia dari salah satu alumni Lirboyo, Rabu (9/11/2016).

Mbah Moen: Memeriksa Ahok Jangan Dipengaruhi Karena Demo - Ikhwan Muslim Indonesia
Mbah Moen: Memeriksa Ahok Jangan Dipengaruhi Karena Demo - Ikhwan Muslim Indonesia


Mbah Moen: Memeriksa Ahok Jangan Dipengaruhi Karena Demo

Karena itulah, lanjut kiai, bangsa kita harus kita mempertahankan persatuan dan kesatuannya. Jangan sampai membuat negara Islam. NKRI ini satu-satunya negara yang mayoritas Islam dan konsis sebagai negara nasional.

Kita cukup dengan Pancasila, cukup dengan Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45, "ini harus dipertahankan benar-benar. Kita harus pertahankan negara kita ini. Pilar empat harus dijaga. Jangan sampai dipengaruhi luar. Jangan ditunggagi macem-macem," terangnya.

Ikhwan Muslim Indonesia

Menanggapi soal demo 4 November 2016, KH Maimoen Zubair memiliki pandangan bijak. Menurut kiai paling sepuh di jajaran PBNU ini, masalah Ahok tidak baik dibesar-besarkan dan penyelesaian hukumnya jangan sampai dipengaruhi oleh ramainya demontrasi kemarin. "Memeriksa Ahok jangan dipengaruhi karena demo," jelas Mbah Moen.

Kasus Ahok harusnya diselesaikan menurut asas keadilan, "jangan sampai ada dorongan yang menyebabkan perubahan yang tidak ada keadilan. Adil itu yang membawa kemakmuran," imbuhnya, "keadilan itu bukan menurut Islam, tapi menurut undang-undang yang ada," lanjut kiai Maimoen sebagaiman dikutip Ikhwan Muslim Indonesia dari rekaman berdurasi 5.36 menit itu.

Ikhwan Muslim Indonesia

Kiai Maimoen juga mengingatkan agar berhati-hati dalam menyikapi banyak hal, terutama merespon ramainya kasus Ahok tersebut. "Anak saya sendiri saya larang untuk ke Jakarta," tegas Mbah Moen soal sikap hati-hati ini.

Yang pasti, orang Indonesia, menurut kiai Maimoen, harus menjadi manusia-manusia yang membawa kemajuan umat manusia sesuai perubahan zaman. "Islam yang paling baik adalah Islam Indonesia. Kalau ikut Arab ya satu sama lain bertengkaran. Jadi, Indonesia ini harus kembali kepada Indonesia sendiri, jati diri Indonesia," kata Kiai Maimoen.

Biar tidak dianggap fitnah dan hoax oleh pendemo, silakan simak sendiri rekaman KH Maimoen Zubair ini yang sudah di buat dalam bentuk video Youtube.

Anda juga bisa mendegarkan langsung apa yang dikatakan oleh KH Maimoen Zubair tersebut di akun Souncloud Ikhwan Muslim Indonesia. Klik saja di bawah ini, atau langsung menuju ke saluran Souncloud langsung. Klik SINI. [Ikhwan Muslim Indonesia]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/mbah-moen-memeriksa-ahok-jangan-dipengaruhi-demo.html

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikhwan Muslim Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikhwan Muslim Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikhwan Muslim Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock