Rabu, 01 Juli 2009

Kaku Tafsirkan Dalil, Batasi Kualitas dan Kuantitas Ibadah

Pringsewu, Ikhwan Muslim Indonesia. Ketua LTNNU Pringsewu, M Mustain prihatin melihat sekelompok orang yang sering mempermasalahkan dalil dalam melakukan berbagai macam Ibadah. Menurutnya, memiliki dalil dalam beribadah merupakan hal yang penting, namun ia mengingatkan bahwa penafsiran dari sebuah dalil dapat berbeda beda.

"Jangan terlalu tekstual dan kaku menafsirkan dalil. Ini akan mengakibatkan kita terbatas dalam menambah kuantitas dan kualitas ibadah-ibadah kita," jelas Alumni Universitas Islam Negeri Malang Jawa Timur ini, Rabu (3/2/2016).

Kaku Tafsirkan Dalil, Batasi Kualitas dan Kuantitas Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaku Tafsirkan Dalil, Batasi Kualitas dan Kuantitas Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)


Kaku Tafsirkan Dalil, Batasi Kualitas dan Kuantitas Ibadah

Ia menambahkan, jika segala sesuatu hal harus berdasarkan dalil dan harus sesuai persis dengan yang dilakukan dan diucapkan Nabi, maka kekakuan dalam ibadahlah yang akan ditemui.

Ikhwan Muslim Indonesia

Ia mencontohkan halnya seperti redaksi beberapa shalawat yang sering diperdebatkan. Bagi yang memiliki penafsiran kaku, bacaan shalawat haruslah sesuai dengan redaksi yang telah dicontohkan Rasulullah. Jika menambah nambahnya maka termasuk bidah dan tidak diperbolehkan.

"Menunjukkan cinta itu berhubungan dengan rasa. Untuk mengungkapkannya bisa menggunakan redaksi yang sesuai dengan kata hati. Begitu juga mengungkapkan cinta kepada Nabi bisa menggunakan berbagai macam redaksi pujian lewat shalawat," tegasnya.

Berbagai macam redaksi shalawat yang diciptakan menurutnya merupakan ungkapan rasa cinta. Sehingga akan menjadi kaku bila hanya shalawat yang dicontohkan Nabi saja yang boleh diamalkan sementara shalawat shalawat lainnya tidak diperbolehkan.

Ikhwan Muslim Indonesia

Oleh karenanya, Mustain mendukung dan senang melihat perkembangan grup-grup shalawat yang sangat pesat dewasa ini. "Grup shalawat yang diiringi dengan seni hadroh atau rebana bisa sekaligus menjadi syiar Islam sehingga semakin menjadikan wajah Islam lebih indah dan damai," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65518/kaku-tafsirkan-dalil-batasi-kualitas-dan-kuantitas-ibadah

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikhwan Muslim Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikhwan Muslim Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikhwan Muslim Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock